SMPku, kenanganku…

Balikpapan (14/12/2008), Seperti hari-hari Minggu yang lain, pagi hari itu (14/12/2008) dan seperti biasa suara gaduh mengagetkan seisi rumah, “BRAKKKK” suara pintu teralis yang dilempari oleh tukang koran (Hanya tukang koran yang berani melempari rumah saya).

Setelah membuka halaman Metro Kota (hal. 18) dari koran harian Post Metro Balikpapan. Saya langsung tersenyum dan menebak bahwa yang ada dihalaman koran tersebut adalah SMPku dulu. Ya SMP Negeri 2 Balikpapan yang berada di daerah Telaga Sari yang lebih dikenal sebagai “SMP Kambuna”.

Pikiranku langsung tertuju ke internet, “Ya, tulisan ini harus saya masukkan ke blog saya.” Biar teman-teman di SMPku akan kembali terkenang tentang sekolahnya yang dijuluki “SMP Kambuna”.

Khusus buat Lia di Malang yang sekarang menjadi Nyonya Lia Sukma Wijaya (Ijin komandan, nama nyonyanya saya sebut di blog saya). Cerita ini saya copy-paste untuk kamu, semoga paketnya segera dikirimnya ya… (Katanya Aan, “kirimin yang banyak ya!!!”) 😀 😀 :D.

Minggu, 14 Desember 2008
Salah Lokasi, Tiap Banjir Murid Pasti Diliburkan
Mengenang Keberadaan SMPN 2 “Kambuna” (bagian-1)


DI salah satu lokasi proyek bendungan Telagasari, pernah berdiri SMPN 2 yang dikenal sebagai SMP Kambuna. Sekarang lokasi itu nyaris tak berbekas, orang pun mungkin tidak mengira jika pernah ada sekolah langganan banjir yang berdiri di situ.

MUKMIN AZIS

Kasman, guru SMPN 2 yang mengajar sejak tahun 1988 serta rekannya Muklis guru matematika di sekolah yang sama membuka kenangan lama ketika SMP Kambuna masih berlabuh. Sebutan Kambuna sebenarnya ledekan, karena sekolah favorit di Gunung Pasir ini sering kali diterjang banjir. Kambuna sendiri merupakan nama salah satu kapal penumpang milik PT Pelni yang sekira tahun 1985 beroperasi melayani jasa transportasi jurusan Tarakan-Balikpapan-Sulawesi Selatan-Jakarta dan Surabaya. Sampai sekarang KM Kambuna masih beroperasi kendati kondisinya sudah tidak sebagus dulu. Nah, karena SMPN 2 sering kebanjiran, maka sekolah ini diibaratkan seperti kapal yang berlayar di samudera, maka disebutlah SMPN 2 Kambuna.

”Sekolah Kambuna berdiri tahun 1985, waktu itu ada bantuan dari Pemprov Kaltim, tapi karena keterbatasan lahan maka dipilihlah Telagasari tak jauh dari kantor Dinas Pasar,” kenang Kasman.

Di saat awal pembangunan, tidak pernah terjadi banjir karena bangunan sekolah yang sebagian besar terbuat dari kayu ketinggian kolongnya mencapai 2 meter. Seiring berjalannya waktu, pengupasan lahan di bagian hulu terjadi, tepat di hutan kota tak jauh dari kantor sekretariat KNPI lama. Setelah gundulnya hutan kota, banjir seakan tak henti-hentinya menerjang SMPN 2 Kambuna. Sumber lain Metro mengatakan, sebenarnya sudah ada peringatan jika membangun SMPN 2 Kambuna pasti akan banjir karena lokasinya yang berada di daerah lembah yang dulunya berfungsi sebagai waduk. Sayangnya peringatan itu tidak digubris karena pihak-pihak tertentu mengejar kucuran dana dari Pemprov Kaltim.

Setiap hujan lebat turun, anak-anak harus bersiap-siap angkat jangkar mengemasi barang bawaan, memindahkan barang yang mudah rusak ketika basah ke tempat yang lebih tinggi. ”Kolongnya 2 meter, tapi saat banjir tingginya bisa sampai 3 meter. Makanya sekolah memilih untuk meliburkan murid-murid setiap banjir terjadi,” ujar Kasman yang langsung diamini Mukhlis.

Di SMPN 2 Kambuna, lanjutnya lagi, terdiri atas 5 ruang kelas yang masing-masing diisi 20 murid, satu gudang, serta satu ruang guru. Tenaga pengajar di SMPN 2 Kambuna jumlahnya ada 9 orang. Semula SMPN 2 hanya berada di belakang SMAN 1 Balikpapan atau tepatnya di depan sekolah Sinar Pancasila (SP). Dengan adanya bantuan dana dari Pemprov Kaltim, dibangunlah SMPN 2 kelas jauh yang berlokasi di area bendungan kecil Telagasari sekarang ini. Kendati sering kebanjiran, SMPN 2 Kambuna tetap diminati bahkan diincar oleh sebagian murid. Soalnya ketika hujan turun pasti kegiatan belajar dan mengajar terhenti, sehingga murid lebih banyak kebagian jatah liburnya. Selain itu, SMPN 2 Kambuna punya lapangan yang luas yang tidak dimiliki oleh sekolah lain di kawasan Gunung Pasir. Tak heran jika sekolah lain banyak yang nebeng praktik mata pelajaran atletik di lapangan SMPN 2 Kambuna. ”Waktu itu kepseknya Sarman Si sudah almarhum. Karena sering banjir, SMPN 2 Kambuna tidak dipakai dan kegiatan belajar mengajar dialihkan ke SMPN 2 depan SP,” imbuh Kasman.(*)

Sumber: http://www.metrobalikpapan.co.id/berita/index.asp?IDKategori=290&id=12166

 

About Bambang Herlandi 213 Articles
Seorang Blogger yang sehari-hari bekerja dan mengajar sebagai guru desain grafis, juga sebagai IT Freelance dan Web & Graphic Designer serta penghobi Photography.

11 Comments on SMPku, kenanganku…

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: