Close Menu
Blog Bambang Herlandi
  • Beranda
  • Kategori
    • Community
    • Ceritaku
    • Event
    • Kisah Misteri
    • Resensi Film
    • Review & Testimoni
      • Produk
      • Review
      • Testimoni
    • Teknologi
    • Traveling
    • Tutorial
      • Blog
      • Database
      • Fotografi
      • Graphics Design
      • Internet
      • Quizizz
      • UI/UX Design
      • Video Editing
      • Web Design
  • Pendidikan & Pembelajaran
    • Inovasi Pembelajaran
    • Materi Bahan Ajar
    • Media Pembelajaran
    • Modul Ajar
    • Pendidikan
  • PembaTIK
    • PembaTIK 2024
    • Sesi Berbagi
  • Kliping
  • Tentang Saya
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn
Blog Bambang Herlandi
Minggu, 7 Desember 2025
  • Beranda
  • Kategori
    • Community
    • Ceritaku
    • Event
    • Kisah Misteri
    • Resensi Film
    • Review & Testimoni
      • Produk
      • Review
      • Testimoni
    • Teknologi
    • Traveling
    • Tutorial
      • Blog
      • Database
      • Fotografi
      • Graphics Design
      • Internet
      • Quizizz
      • UI/UX Design
      • Video Editing
      • Web Design
  • Pendidikan & Pembelajaran
    • Inovasi Pembelajaran
    • Materi Bahan Ajar
    • Media Pembelajaran
    • Modul Ajar
    • Pendidikan
  • PembaTIK
    • PembaTIK 2024
    • Sesi Berbagi
  • Kliping
  • Tentang Saya
Blog Bambang Herlandi
Home » Rahasia Prompt Jitu: Merancang Perencanaan Pembelajaran dan Asesmen
Inovasi Pembelajaran

Rahasia Prompt Jitu: Merancang Perencanaan Pembelajaran dan Asesmen

Bambang HerlandiBy Bambang HerlandiSenin, 29 September 2025Updated:Selasa, 30 September 2025Tidak ada komentar9 Mins Read
Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email WhatsApp Copy Link
Cover Rahasia Prompt Jitu Merancang Perencanaan Pembelajaran dan Asesmen
Cover Rahasia Prompt Jitu Merancang Perencanaan Pembelajaran dan Asesmen
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kalau kita jujur, jadi guru di zaman sekarang itu bukan hanya soal berdiri di depan kelas lalu mengajar. Ada kurikulum yang terus bergerak dinamis, ada administrasi yang kadang bikin pusing kepala, dan tentu saja ada ekspektasi dari murid maupun sekolah. Nah, di tengah hiruk pikuk itu, muncul satu sahabat baru yang bisa jadi penyelamat: AI Generatif.

Tapi, AI ini bukan jin lampu ajaib yang cukup digosok langsung mengabulkan permintaan. Kuncinya ada pada satu hal yang sering disepelekan: prompt. Ya, kualitas prompt untuk merancang perencanaan pembelajaran dan asesmen itulah yang menentukan apakah hasilnya akan relevan, berguna, dan sesuai kebutuhan, atau malah berputar-putar tak jelas.

Di artikel ini, saya ingin berbagi pengalaman nyata bagaimana sebuah prompt sederhana bisa membantu menyusun perencanaan pembelajaran mendalam sekaligus asesmen. Contohnya saya ambil dari mata pelajaran Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual (DKV), mulai dari nol hingga jadi draft yang bisa langsung dipakai. Jangan khawatir, Anda bebas memilih aplikasi AI Generatif yang nyaman, entah itu Microsoft Copilot, Gemini AI, atau ChatGPT. Yang terpenting bukan alatnya, tapi bagaimana cara kita “mengomando” AI dengan tepat.

Table of Contents

Toggle
  • Persiapan Sebelum Menulis Prompt
  • Strategi Membuat Prompt yang Efektif untuk Guru
  • Langkah-langkah Menyusun Prompt untuk Merancang Perencanaan Pembelajaran dan Asesmen yang Baik
    • Langkah 1: Bangun Fondasi (Konteks dan Persona)
    • Langkah 2: Umpan Pengetahuan (Knowledge Priming)
    • Langkah 3: Rancang Kerangka Makro (Top-Down)
    • Langkah 4: Selami Detail Mikro (Drill-Down per Pertemuan)
    • Langkah 5: Kembangkan Asesmen yang Komprehensif, dan Instrumen Refleksi
    • Langkah 6: Produksi Materi Ajar
  • Refleksi: Guru Kreatif = Guru yang Adaptif

Persiapan Sebelum Menulis Prompt

Sebelum kita memulai menulis prompt untuk merancang perencanaan pembelajaran dan asesmen, sebaiknya Anda menyiapkan beberapa teks dan dokumen yang diperlukan agar AI-nya belajar terlebih dahulu. Beberapa hal yang perlu Anda siapkan, antara lain:

  1. Dokumen Capaian Pembelajaran, yang berisi Karakteristik, capaian pembelajaran dari elemen mata pelajaran. (Capaian Pembelajaran lengkap terbaru, dapat dilihat dan diunduh di sini)
  2. Selain itu, Anda juga melihat Capaian Pembelajaran dan Alur Tujuan Pembelajaran melalui laman Ruang GTK pada link berikut https://guru.kemendikdasmen.go.id/kurikulum/referensi-penerapan/capaian-pembelajaran/
  3. Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Edisi Revisi Tahun 2025 (Lihat dan unduh juga di sini)
  4. Dokumen Naskah Akademik Pembelajaran Mendalam. (Lihat dan unduh Naskah Akademik Pembelajaran Mendalam di sini)
  5. Paparan Pembelajaran Mendalam (Lihat dan unduh di sini)
  6. Contoh file Kerangka Perencanaan Pembelajaran dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam.pdf dapat diunduh di sini.

Strategi Membuat Prompt yang Efektif untuk Guru

Sebelum kita bicara teknis, ada baiknya kita pahami dulu: AI Generatif itu ibarat murid baru di kelas. Kalau gurunya memberi instruksi jelas, runtut, dan penuh konteks, maka hasil kerja si murid pun rapi. Tapi kalau instruksinya setengah-setengah, ya siap-siap saja dapat jawaban yang ngambang. Begitu pula dengan prompt untuk merancang perencanaan pembelajaran dan asesmen.

Ada tiga langkah sederhana yang bisa kita pegang:

  1. Definisikan peran AI dengan jelas.
    Misalnya, tulis: “Saat ini kamu adalah guru mata pelajaran DKV kelas X SMK. Tugasmu membantu saya menyusun perencanaan pembelajaran mendalam.” Dengan begini, AI tahu posisinya sedang jadi asisten guru, bukan sekadar mesin jawab pertanyaan.
  2. Berikan konteks yang spesifik.
    Cantumkan capaian pembelajaran (CP), tujuan, atau bahkan elemen mata pelajaran yang sedang diangkat. Semakin detail informasi yang kita masukkan, semakin akurat hasil yang keluar.
  3. Minta format output yang jelas.
    Misalnya: “Buatkan tabel berisi tujuan pembelajaran, indikator capaian, dan langkah asesmen dalam 2 pertemuan.” AI akan lebih mudah menghasilkan sesuatu yang langsung bisa dipakai, ketimbang sekadar paragraf panjang.

Oleh karena itu, strategi prompting yang efektif bukanlah satu perintah ajaib, melainkan sebuah dialog terstruktur di mana Anda memposisikan diri sebagai instruktur ahli yang membimbing AI.

Langkah-langkah Menyusun Prompt untuk Merancang Perencanaan Pembelajaran dan Asesmen yang Baik

Proses yang terbukti efektif adalah dengan teori dekomposisi, yaitu prinsip dasar penyelesaian masalah dengan memecah masalah kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola, seperti yang digunakan dalam computational thinking. Jadi untuk menghasilkan rancangan perencanaan pembelajaran dan asesmen yang baik, kita bisa membuat percakapan kecil dengan AI atau memecah prompt menjadi beberapa bagian kecil. Biar tidak bingung, berikut adalah 6 langkah strategis yang bisa Anda adaptasi sesuai mata pelajaran dan karakteristik kelas.

Pada contoh prompt untuk merancang perencanaan pembelajaran dan asesmen berikut ini, saya menggunakan materi elemen Tipografi, Sketsa dan Ilustrasi pada mata pelajaran Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual di Fase E Jenjang SMK.

Langkah 1: Bangun Fondasi (Konteks dan Persona)

Sebelum meminta apa pun, berikan AI peran dan konteks yang jelas. Ini akan mengarahkan semua responsnya agar selaras dengan kebutuhan Anda.

Prompt Awal:

“Saat ini kamu adalah guru ahli mata pelajaran Desain Komunikasi Visual di jenjang SMK yang handal dan profesional.”

Langkah 2: Umpan Pengetahuan (Knowledge Priming)

“Ajari” AI tentang kerangka kerja, prinsip, atau dokumen spesifik yang menjadi acuan Anda. Anda bisa menempelkan teks langsung atau mengunggah dokumen (jika platform mendukung). Ini adalah langkah krusial yang paling sering terlewat.

Prompt Memberi Pengetahuan:

“Pelajari Karakteristik mata pelajaran Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual, berikut ini: Pada hakikatnya, mata pelajaran Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual berfokus pada kompetensi bersifat dasar yang harus dimiliki oleh seniman, dan/atau pekerja seni dalam bidang desain komunikasi visual dan pekerja bidang grafika sesuai dengan perkembangan dunia kerja. Selain itu, murid diberikan pemahaman tentang proses bisnis, perkembangan penerapan teknologi, dan isu-isu global, profil technopreneur, job-profile, peluang usaha dan pekerjaan/profesi.”

“Pelajari Capaian Pembelajaran Elemen: Tipografi, Sketsa dan Ilustrasi dari mata pelajaran Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual, berikut ini: Menerapkan anatomi, unsur dan komposisi tipografi, sketsa, dan ilustrasi dalam DKV dan grafika.”

“Ubah semua istilah peserta didik atau siswa menjadi istilah murid.”

“Pelajari tentang definisi pembelajaran mendalam berikut ini: Pembelajaran Mendalam dalam kerangka kerja PM didefinisikan sebagai pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu. Kerangka kerja PM terdiri atas empat komponen, yaitu (1) dimensi profil lulusan, (2) prinsip pembelajaran, (3) pengalaman belajar, dan (4) kerangka pembelajaran. Pembelajaran Mendalam difokuskan pada pencapaian delapan dimensi Profil Lulusan yaitu (1) keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME, (2) kewargaan, (3) penalaran kritis, (4) kreativitas, (5) kolaborasi, (6) kemandirian, (7) kesehatan, dan (8) komunikasi. Dimensi profil lulusan merupakan kompetensi utuh yang harus dimiliki oleh setiap peserta didik setelah menyelesaikan proses pembelajaran dan pendidikan. Delapan dimensi profil lulusan peserta didik Indonesia tersebut tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga pengembangan karakter dan keterampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Kerangka PM di bawah ini menjadi acuan untuk mewujudkan profil lulusan peserta didik Indonesia, yait u melalui prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Prinsip tersebut diwujudkan melalui pengalaman belajar peserta didik yaitu Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi. Penerapan pendekatan PM didukung dengan praktik pedagogis progresif oleh guru, lingkungan belajar yang memberikan keamanan dan kenyamanan kepada peserta didik, pemanfaatan digitalisasi, serta adanya kemitraan pembelajaran yang optimal.”

“Pelajari Kerangka Perencanaan Pembelajaran dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam.pdf”

Contoh file Kerangka Perencanaan Pembelajaran dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam.pdf dapat diunduh di sini.

Langkah 3: Rancang Kerangka Makro (Top-Down)

Setelah AI memahami aturan mainnya, mulailah meminta kerangka tingkat tinggi. Ini akan menjadi tulang punggung dari seluruh perencanaan Anda.

Prompt Kerangka Makro:

“Buatkan alur tujuan pembelajaran untuk elemen Tipografi, Sketsa dan Ilustrasi dari mata pelajaran dasar-dasar desain komunikasi visual.”

“Selanjutnya, Buatkan daftar materi untuk elemen Tipografi, Sketsa dan Ilustrasi dari mata pelajaran dasar-dasar desain komunikasi visual. dengan alokasi waktu 10 kali pertemuan dengan durasi 4 JP per pertemuan. lengkapi dengan tujuan pembelajaran, indikator ketercapaian pembelajaran. sertakan materi nirmana dan gambar perspektif.”

“Buatkan langkah-langkah pembelajaran, bagi berdasarkan pengalaman belajar pembelajaran mendalam dengan menggunakan model pembelajaran discovery-inquiry learning. sertakan prinsip pembelajaran mendalam.”

Langkah 4: Selami Detail Mikro (Drill-Down per Pertemuan)

Pilih satu pertemuan dari kerangka makro yang sudah dibuat, lalu minta AI untuk merincinya secara mendalam. Di sinilah Anda bisa memasukkan model pembelajaran spesifik.

Prompt Detail Mikro:

“Buatkan perencanaan pembelajaran untuk pertemuan 1 dengan materi Pengenalan DKV & Elemen Visual elemen Tipografi, Sketsa dan Ilustrasi dari mata pelajaran dasar-dasar desain komunikasi visual, sesuai dengan Kerangka Perencanaan Pembelajaran dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam yang telah kamu pelajari sebelumnya.”

“Buatkan langkah-langkah pembelajarannya, bagi berdasarkan pengalaman belajar (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) dengan menggunakan model pembelajaran discovery-inquiry learning. Sertakan prinsip pembelajaran mendalam di setiap tahapnya.”

Langkah 5: Kembangkan Asesmen yang Komprehensif, dan Instrumen Refleksi

Dengan konteks pertemuan yang sudah jelas, kembangkan semua jenis asesmen yang Anda butuhkan, mulai dari awal hingga akhir pembelajaran.

Prompt Asesmen, Refleksi dan Umpan Balik:

“Buatkan 5 pertanyaan pemantik untuk asesmen awal (diagnostik).”

“Buatkan 5 pertanyaan survei untuk mengetahui minat dan bakat murid.”

“Buatkan 5 pertanyaan survei untuk mengetahui gaya belajar murid.”

“Buatkan 5 pertanyaan survei untuk mengetahui kesiapan belajar murid.”

“Buatkan asesmen formatif dalam bentuk lembar kerja dilengkapi langkah kerja untuk materi Pengenalan DKV & Elemen Visual elemen Tipografi, Sketsa dan Ilustrasi dengan menggunakan model pembelajaran discovery-inquiry learning. sertakan rubrik penilaiannya.”

“Buatkan asesmen sumatif dalam bentuk soal pilihan ganda dengan 5 opsi pilihan sebanyak 20 butir dengan 10 soal diantaranya adalah soal HOTS. dan soal esai sebanyak 5 butir soal diantaranya adalah soal HOTS. materi Pengenalan DKV & Elemen Visual elemen Tipografi, Sketsa dan Ilustrasi. lengkapi dengan kunci jawaban dan penjelasan kunci jawabannya.”

“Buatkan 5 pertanyaan refleksi dan umpan balik untuk murid setelah menyelesaikan pembelajaran.”

Langkah 6: Produksi Materi Ajar

Terakhir, minta AI untuk membuat artefak pendukung pengajaran dan instrumen untuk menutup siklus pembelajaran.

Prompt Materi:

“Buatkan kerangka presentasi untuk materi Pengenalan DKV & Elemen Visual elemen Tipografi, Sketsa dan Ilustrasi.”

Refleksi: Guru Kreatif = Guru yang Adaptif

Percaya deh, bukan soal kita bisa atau tidak “mengalahkan” AI. Justru dengan AI, beban administrasi bisa lebih ringan sehingga kita punya lebih banyak energi untuk fokus pada yang utama: berinteraksi dengan murid, membangun kreativitas, dan menumbuhkan karakter.

Dan ingat, prompt untuk merancang perencanaan pembelajaran dan asesmen hanyalah pintu masuk. Yang membuat pembelajaran benar-benar hidup tetaplah guru itu sendiri. AI bisa bantu menyiapkan peta jalan, tapi kita lah yang menentukan arah perjalanan.

Pada akhirnya, teknologi hanyalah alat, dan gurulah yang memberi ruh pada proses belajar. Dengan memahami cara menyusun prompt untuk merancang perencanaan pembelajaran dan asesmen, kita tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga memastikan rancangan pembelajaran lebih terarah dan relevan dengan kebutuhan murid. AI memang bisa menyiapkan draft yang rapi, tapi sentuhan guru lah yang menjadikannya bermakna. Jadi, jangan ragu untuk bereksperimen dengan berbagai prompt, periksa hasilnya, lalu sesuaikan dengan konteks kelas Anda. Dari sanalah lahir pembelajaran yang bukan hanya tertulis di kertas, tetapi benar-benar hidup di hati murid.

Terima kasih telah mampir dan membaca tulisan Rahasia Prompt Jitu: Merancang Perencanaan Pembelajaran dan Asesmen ini. Semoga dapat bermanfaat dan dimanfaatkan di kelas dan sekolah Ibu & Bapak Guru Hebat.

Salam dan Bahagia,
Bambang Herlandi
Guru SMKN 2 Balikpapan

Post Views: 1,465

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Share. Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp Copy Link
Bambang Herlandi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram
  • Tumblr
  • LinkedIn

Related Posts

Apa Perbedaan antara Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran?

Selasa, 23 September 2025

Cara Menyusun Perencanaan Pembelajaran Mendalam dengan AI

Rabu, 20 Agustus 2025

Cara Menggunakan Prompt AI untuk Membuat Konten Pembelajaran Menarik

Senin, 30 Juni 2025
Leave A Reply Cancel Reply

Info Terbaru

Rahasia Prompt Jitu: Merancang Perencanaan Pembelajaran dan Asesmen

Senin, 29 September 2025

Apa Perbedaan antara Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran?

Selasa, 23 September 2025

Cara Menyusun Perencanaan Pembelajaran Mendalam dengan AI

Rabu, 20 Agustus 2025

ASUS Zenbook S 14 OLED (UX5406SA) yang Cocok untuk mendukung Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial

Kamis, 31 Juli 2025

Pengantar Web Development

Rabu, 30 Juli 2025
Kisah Misteri

Kisah Seram Jurit Malam: Uji Nyali dan Mental di Kuburan Baru

Kamis, 29 Mei 2025

Lorong dan Lift Berhantu di Sebuah Hotel Mewah

Kamis, 22 Mei 2025

Situs Meriam Jepang: Wisata Horor di Balikpapan yang Menyimpan Jejak Perang dan Dunia Tak Kasat Mata

Kamis, 24 April 2025

Aura Misteri dan Cerita Seram Hotel di Tengah Kota Balikpapan

Kamis, 17 April 2025

2 Sekolah Ini Kesurupan Massal Setelah Diserang Gerombolan Jin

Kamis, 10 April 2025

© 2025 – bambangherlandi.web.id

Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Tumblr LinkedIn TikTok
© 2025 Designed by Bambang Herlandi.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

%d