SMP Kambuna, “Candradimuka” Calon Peserta Jamnas 1991

Balikpapan (15/12/2008), Setelah membaca responnya teman saya (Lia) yang langsung masuk ke email. Sepertinya memang cerita ini sangat berkesan bukan hanya kepada Lia dan teman2 yang pernah bersekolah di SMP Kambuna, tapi juga buat saya pribadi.

Di lokasi ini juga saya dan teman-teman yang akan berangkat ke Cibubur, Jakarta, untuk mengikuti kegiatan Jambore Nasinal tahun 1991 digembleng di lokasi tersebut. Maklumlah lokasi tersebut dekat dengan Lemcadika yang berada di sebelah gedung ORARI Balikpapan.

Buat pembaca sekalian, tulisan berikut adalah sambungan dari tulisan sebelumnya. Moga-moga dapat bermanfaat

Senin, 15 Desember 2008
Sisa Bangunan Dijarah, Kini Jadi Showroom Sapi

Mengenang Keberadaan SMPN 2 “Kambuna” (bagian-2/habis)

Tahun 1996, bangunan SMPN 2 Kambuna tidak lagi digunakan. Pasalnya, banjir yang menerjang sekolah dan membuat kegiatan belajar mengajar (KBM) berhenti, semakin parah. Di era tahun 1980-an, banjir dengan ketinggian 2 meter, bangunan SMPN 2 Kambuna masih aman karena tinggi lantai mencapai 2 meter. Ketika air naik lebih dari 2 meter, barulah KBM berhenti. Kalau sudah banjir, murid yang sebagian besar merupakan warga sekitar sekolah disuruh pulang ke rumah alias libur. Tahun 1990-an, banjir semakin parah hingga akhirnya 6 tahun kemudian, bangunan SMPN 2 Kambuna tak lagi digunakan.

Parahnya banjir selain karena pengupasan lahan yang semakin parah, juga disebabkan tingginya sedimentasi pasir sehingga membuat lantai SMPN 2 Kambuna yang pertama kali dibangun mencapai 2 meter, tersisa 1,5 meter dan terus turun hingga akhirnya nyaris rapat dengan tanah. Kondisi inilah yang akhirnya membuat murid SMPN 2 Kambuna hijrah ke bangunan SMPN 2 tepat di depan sekolah Sinar Pancasila (SP).

”Bangunan lama (SMPN 2 Kambuna, Red) sempat digunakan oleh murid Sekolah Teknik (ST) yang sekarang telah berubah namanya menjadi SMPN 12,” jelas Kasman, guru SMPN 2 Balikpapan di ruang kerjanya, Sabtu (13/12).

Masih segar dalam ingatannya, bagaimana lapangan SMPN 2 Kambuna sering dipinjam oleh murid sekolah lain di sekitar Kampung Pelajar-sebutan untuk Gunung Pasir. Murid ST, SP, Yayasan Pendidikan Islam (YPI), melakukan kegiatan praktik atletik di lapangan SMPN 2 Kambuna. Lapangannya yang luas membuat murid leluasa berlari, melompat di bak pasir, lempar cakram, bahkan lempar lembing tanpa khawatir lemparannya kena orang lain.

Penggunaan bangunan SMPN 2 Kambuna oleh murid ST tidak berlangsung lama. Kerusakan lahan di bagian hulu Telagasari seakan tidak terkendali. Kawasan yang dulunya hutan kota, dirambah oleh masyarakat. Telagasari yang dulunya rindang bahkan dikatakan angker oleh sebagian orang yang percaya, telah menjadi kawasan terbuka karena maraknya pengupasan lahan.

”Karena banjir makin parah, murid ST pun tidak lagi sekolah di SMPN 2 Kambuna. Bangunannya dibiarkan kosong,” ujar dia. Waktu terus berjalan, bangunan eks SMPN 2 Kambuna yang sebagian besar terbuat dari kayu raib oleh tangan-tangan nakal. Kusen jendela, pintu, triplek, dinding kayu, tidak ada lagi yang tersisa karena dijarah.

Menurut Kasman, bangunan SMPN 2 Kambuna di era tahun 1980-an atau di saat pertama kali berdiri, termasuk bangunan megah. Bahan kayu yang digunakan bukan kayu sembarangan, sebagian malah ulin yang harganya sekarang sangat mahal.

Sementara Yono, warga Telagasari mengungkapkan, selain terkenal karena sering kebanjiran, SMPN 2 Kambuna juga dikenal sebagai sekolahan yang berdiri di lokasi yang angker. Makanya tidak ada kegiatan ekstra kurikuler di malam hari. ”Ada yang ngomong sering ada anak yang hilang, anak yang tenggelam di telaga yang jaraknya tak jauh dari SMPN 2 Kambuna,” ungkap Yono.

Bangunan bersejarah SMPN 2 Kambuna sebagai saksi sekolah yang dibangun di lokasi yang salah, kini sama sekali tak berbekas kecuali patok kayu ulin bekas kolong jembatan yang masih berdiri. Untungnya patok itu masih memberikan manfaat bagi penjual sapi yang menyulap lokasi SMPN 2 Kambuna sebagai showroom sapi.(*)

Sumber: http://www.metrobalikpapan.co.id/berita/index.asp?IDKategori=290&id=12241

About Bambang Herlandi 247 Articles
Seorang Blogger yang sehari-hari bekerja dan mengajar sebagai guru desain grafis, juga sebagai IT Freelance dan Web & Graphic Designer serta penghobi Photography.

1 Comment on SMP Kambuna, “Candradimuka” Calon Peserta Jamnas 1991

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: