Close Menu
Blog Bambang Herlandi
  • Beranda
  • Kategori
    • Community
    • Ceritaku
    • Event
    • Kisah Misteri
    • Resensi Film
    • Review & Testimoni
      • Produk
      • Review
      • Testimoni
    • Teknologi
    • Traveling
    • Tutorial
      • Blog
      • Database
      • Fotografi
      • Graphics Design
      • Internet
      • Quizizz
      • UI/UX Design
      • Video Editing
      • Web Design
  • Pendidikan & Pembelajaran
    • Inovasi Pembelajaran
    • Materi Bahan Ajar
    • Media Pembelajaran
    • Modul Ajar
    • Pendidikan
  • PembaTIK
    • PembaTIK 2024
    • Sesi Berbagi
  • Kliping
  • Tentang Saya
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn
Blog Bambang Herlandi
Kamis, 12 Maret 2026
  • Beranda
  • Kategori
    • Community
    • Ceritaku
    • Event
    • Kisah Misteri
    • Resensi Film
    • Review & Testimoni
      • Produk
      • Review
      • Testimoni
    • Teknologi
    • Traveling
    • Tutorial
      • Blog
      • Database
      • Fotografi
      • Graphics Design
      • Internet
      • Quizizz
      • UI/UX Design
      • Video Editing
      • Web Design
  • Pendidikan & Pembelajaran
    • Inovasi Pembelajaran
    • Materi Bahan Ajar
    • Media Pembelajaran
    • Modul Ajar
    • Pendidikan
  • PembaTIK
    • PembaTIK 2024
    • Sesi Berbagi
  • Kliping
  • Tentang Saya
Blog Bambang Herlandi
Home » SMP Kambuna, “Candradimuka” Calon Peserta Jamnas 1991
News

SMP Kambuna, “Candradimuka” Calon Peserta Jamnas 1991

Bambang HerlandiBy Bambang HerlandiSenin, 15 Desember 20081 Komentar3 Mins Read
Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email WhatsApp Copy Link
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Balikpapan (15/12/2008), Setelah membaca responnya teman saya (Lia) yang langsung masuk ke email. Sepertinya memang cerita ini sangat berkesan bukan hanya kepada Lia dan teman2 yang pernah bersekolah di SMP Kambuna, tapi juga buat saya pribadi.

Di lokasi ini juga saya dan teman-teman yang akan berangkat ke Cibubur, Jakarta, untuk mengikuti kegiatan Jambore Nasinal tahun 1991 digembleng di lokasi tersebut. Maklumlah lokasi tersebut dekat dengan Lemcadika yang berada di sebelah gedung ORARI Balikpapan.

Buat pembaca sekalian, tulisan berikut adalah sambungan dari tulisan sebelumnya. Moga-moga dapat bermanfaat

Senin, 15 Desember 2008
Sisa Bangunan Dijarah, Kini Jadi Showroom Sapi

Mengenang Keberadaan SMPN 2 “Kambuna” (bagian-2/habis)

Tahun 1996, bangunan SMPN 2 Kambuna tidak lagi digunakan. Pasalnya, banjir yang menerjang sekolah dan membuat kegiatan belajar mengajar (KBM) berhenti, semakin parah. Di era tahun 1980-an, banjir dengan ketinggian 2 meter, bangunan SMPN 2 Kambuna masih aman karena tinggi lantai mencapai 2 meter. Ketika air naik lebih dari 2 meter, barulah KBM berhenti. Kalau sudah banjir, murid yang sebagian besar merupakan warga sekitar sekolah disuruh pulang ke rumah alias libur. Tahun 1990-an, banjir semakin parah hingga akhirnya 6 tahun kemudian, bangunan SMPN 2 Kambuna tak lagi digunakan.

Parahnya banjir selain karena pengupasan lahan yang semakin parah, juga disebabkan tingginya sedimentasi pasir sehingga membuat lantai SMPN 2 Kambuna yang pertama kali dibangun mencapai 2 meter, tersisa 1,5 meter dan terus turun hingga akhirnya nyaris rapat dengan tanah. Kondisi inilah yang akhirnya membuat murid SMPN 2 Kambuna hijrah ke bangunan SMPN 2 tepat di depan sekolah Sinar Pancasila (SP).

”Bangunan lama (SMPN 2 Kambuna, Red) sempat digunakan oleh murid Sekolah Teknik (ST) yang sekarang telah berubah namanya menjadi SMPN 12,” jelas Kasman, guru SMPN 2 Balikpapan di ruang kerjanya, Sabtu (13/12).

Masih segar dalam ingatannya, bagaimana lapangan SMPN 2 Kambuna sering dipinjam oleh murid sekolah lain di sekitar Kampung Pelajar-sebutan untuk Gunung Pasir. Murid ST, SP, Yayasan Pendidikan Islam (YPI), melakukan kegiatan praktik atletik di lapangan SMPN 2 Kambuna. Lapangannya yang luas membuat murid leluasa berlari, melompat di bak pasir, lempar cakram, bahkan lempar lembing tanpa khawatir lemparannya kena orang lain.

Penggunaan bangunan SMPN 2 Kambuna oleh murid ST tidak berlangsung lama. Kerusakan lahan di bagian hulu Telagasari seakan tidak terkendali. Kawasan yang dulunya hutan kota, dirambah oleh masyarakat. Telagasari yang dulunya rindang bahkan dikatakan angker oleh sebagian orang yang percaya, telah menjadi kawasan terbuka karena maraknya pengupasan lahan.

”Karena banjir makin parah, murid ST pun tidak lagi sekolah di SMPN 2 Kambuna. Bangunannya dibiarkan kosong,” ujar dia. Waktu terus berjalan, bangunan eks SMPN 2 Kambuna yang sebagian besar terbuat dari kayu raib oleh tangan-tangan nakal. Kusen jendela, pintu, triplek, dinding kayu, tidak ada lagi yang tersisa karena dijarah.

Menurut Kasman, bangunan SMPN 2 Kambuna di era tahun 1980-an atau di saat pertama kali berdiri, termasuk bangunan megah. Bahan kayu yang digunakan bukan kayu sembarangan, sebagian malah ulin yang harganya sekarang sangat mahal.

Sementara Yono, warga Telagasari mengungkapkan, selain terkenal karena sering kebanjiran, SMPN 2 Kambuna juga dikenal sebagai sekolahan yang berdiri di lokasi yang angker. Makanya tidak ada kegiatan ekstra kurikuler di malam hari. ”Ada yang ngomong sering ada anak yang hilang, anak yang tenggelam di telaga yang jaraknya tak jauh dari SMPN 2 Kambuna,” ungkap Yono.

Bangunan bersejarah SMPN 2 Kambuna sebagai saksi sekolah yang dibangun di lokasi yang salah, kini sama sekali tak berbekas kecuali patok kayu ulin bekas kolong jembatan yang masih berdiri. Untungnya patok itu masih memberikan manfaat bagi penjual sapi yang menyulap lokasi SMPN 2 Kambuna sebagai showroom sapi.(*)

Sumber: http://www.metrobalikpapan.co.id/berita/index.asp?IDKategori=290&id=12241

 

Post Views: 251

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Share. Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp Copy Link
Bambang Herlandi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram
  • Tumblr
  • LinkedIn

Related Posts

ASUS Zenbook S 14 OLED (UX5406SA) yang Cocok untuk mendukung Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial

Kamis, 31 Juli 2025

Khasiat dan Manfaat Kopi Ginseng Kuattt dari CNI

Rabu, 6 Juni 2018

Launching All New Honda Vario di Balikpapan

Minggu, 27 Mei 2018

1 Komentar

  1. sangdenai on Selasa, 3 November 2015 21:48

    Semua alumni Jamnas91 silakan bergabung ke https://www.facebook.com/groups/120637342336/

    Reply

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Info Terbaru

Capaian Pembelajaran dan Alur Tujuan Pembelajaran Desain Komunikasi Visual SMK Terbaru

Selasa, 30 Desember 2025

Rahasia Prompt Jitu: Merancang Perencanaan Pembelajaran dan Asesmen

Senin, 29 September 2025

Apa Perbedaan antara Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran?

Selasa, 23 September 2025

Cara Menyusun Perencanaan Pembelajaran Mendalam dengan AI

Rabu, 20 Agustus 2025

ASUS Zenbook S 14 OLED (UX5406SA) yang Cocok untuk mendukung Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial

Kamis, 31 Juli 2025
Kisah Misteri

Kisah Seram Jurit Malam: Uji Nyali dan Mental di Kuburan Baru

Kamis, 29 Mei 2025

Lorong dan Lift Berhantu di Sebuah Hotel Mewah

Kamis, 22 Mei 2025

Situs Meriam Jepang: Wisata Horor di Balikpapan yang Menyimpan Jejak Perang dan Dunia Tak Kasat Mata

Kamis, 24 April 2025

Aura Misteri dan Cerita Seram Hotel di Tengah Kota Balikpapan

Kamis, 17 April 2025

2 Sekolah Ini Kesurupan Massal Setelah Diserang Gerombolan Jin

Kamis, 10 April 2025

© 2025 – bambangherlandi.web.id

Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Tumblr LinkedIn TikTok
© 2026 Designed by Bambang Herlandi.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

%d