Langkah-Langkah Membuat Lookup Wizard Di Microsoft Access 2003

Contoh Cara Membuat Lookup Wizard

A. Membuat database dan table dulu

  1. Buatlah sebuah database dengan nama: latihan-3
  2. Buatlah sebuah table yang terdiri atas kolom:
    1. Kode Barang
    2. Nama Barang
    3. Harga Satuan
    4. Stok

(Field name, width, type disesuaikan dengan nama kolomnya)

Simpan dengan nama: TableMaster

  1. Isilah table tersebut dengan data secukupnya
  2. Buatlah sebuah table yang terdiri atas kolom:
    1. No Faktur
    2. Tgl Jual
    3. Kode Barang
    4. Byk Jual

(Field name, width, type disesuaikan dengan nama kolomnya)

Simpan dengan nama: TableJual

 

B. Membuat Lookup Wizard

Membuat lookup wizard pada TableJual

1. Aktifkan tab objek Tables

2. Pilih nama table TableJual

  1. Klik Design
  2. Pilih nama field yang akan dibuat Lookup Wizardnya

Contoh: KodeBarang

  1. Klik tab Lookup pada bagian Field Properties

  1. Ubah Display Control yang sebelumnya Text Box menjadi Combo Box
  2. Pada item Row Source pilih nama table yang berisikan field sumber KodeBarang

Contoh: Pilih TableMaster

  1. Kemudian klik icon  yang berada tepat disamping kanan item Row Source
  2. Maka akan tampil pesan yang menanyakan apakan query akan dibuat?
  3. Klik Yes untuk melanjutkannya

  1. Kemudian masukkan nama field yang ada di dalam kotak list ke dalam kotak query dengan cara klik double pada nama field tersebut atau klik drag & drop nama field yang ada pada kotak list tersebut ke dalam kotak query, sehingga seperti contoh gambar berikut

  1. Simpan perubahan SQL Statement tersebut dengan cara klik icon Save  pada toolbar Standard
  2. Beri nama query

Contoh: ComboKodeBarang

  1. Klik OK
  2. Kemudian tutup kotak Query Builder dengan cara klik file – Close atau klik icon Close  yang ada pada title bar kotak Query Builder tersebut.
  3. Klik Yes pada kotak dialog yang tampil

  1. Maka Lookup Wizard telah selesai dibuat, hasilnya seperti contoh gambar berikut

  1. Simpan perubahan design table tersebut dengan cara klik icon Save pada toolbar Standard
  2. Tutup kotak design TableJual

C. Menampilan hasil pembuatan Lookup Wizard

Untuk menampilkan hasil Lookup Wizard adalah buka table yang di dalamnya sudah dibuat Lookup Wizard, caranya adalah sebagai berikut:

1. Pada kotak tab Tables, pilih nama table yang akan ditampilkan

2. Klik icon Open atau klik double pada nama table tersebut

3. Cobalah buka field KodeBarang, apabila terbuka Combo Box maka proses membuat Lookup Wizard telah berhasil dibuat.

D. Menghapus Lookup Wizard

1. Pilih nama table TableJual

2. Klik Design

3. Pilih nama field yang Lookup Wizardnya akan dihapus

Contoh: KodeBarang

4. Klik tab Lookup pada bagian Field Properties

5. Ubah Display Control yang sebelumnya Combo Box menjadi Text Box

6. Simpan perubahan design table tersebut dengan cara klik icon Save  pada toolbar Standard

7. Tutup kotak design TableJual

Membuat Query Di Microsoft Access 2003

Contoh Cara Membuat Query

A. Membuat database dan table dulu

  1. Buatlah sebuah database dengan nama: latihan-10
  2. Buatlah sebuah table yang terdiri atas kolom:
    1. Kode Barang
    2. Nama Barang
    3. Harga Satuan
    4. Banyak Jual

(Field name, width, type disesuaikan dengan nama kolomnya)

Simpan dengan nama: TablePenjualan

  1. Isilah table tersebut dengan data seperti contoh berikut:

B. Membuat query

1. Aktifkan tab objek QUERIES

2. Klik New

  1. Pilih Design View
  2. Klik OK

C. Menyisipkan table ke dalam query

1. Pilih nama table yg akan dibuat query

Contoh: pilih table_penjualan

2. Klik Add

3. Klik Close

D. Menyisipkan nama field ke dalam query

1. Pilih nama field yang ada di dalam kotak list

2. Klik double pada nama field sehingga nama field tersebut masuk ke dalam kotak query yang ada di bawah kotak list.

E. Membuat formula Total di dalam query

1. Sebelum memulai, catat terlebih dahulu formula/ rumus Total, yaitu:

Total = Harga Satuan x Banyak

2. Pilih sebuah kolom pada kotak query

3. Klik kanan pada kotak tersebut, dan pilih Build

4. Pada kotak dialog Expression Builder, buatlah sebuah formula

Caranya:

    1. Ketik nama kolom, contoh: Total:
    2. Kemudian buka folder Tables yang ada dikotak pertama (sebelah kiri) dari 3 kotak yang tersedia di bagian bawah kotak Expression Builder.
    3. Buka folder nama table (pada contoh gambar pilih TablePenjualan)
    4. Pilih dan klik double nama field HargaSatuan (yang berada di kotak kedua/ tengah bagian bawah Expression Builder)
    5. Kemuadian ketik simbol * (asterisk)
    6. Pilih dan klik double nama field BykJual
    7. Sehingga tertulis seperti contoh gambar berikut:
    8. Kemudian klik OK.

5. Hapus tulisan <<exp>> pada kolom query yang baru dibuat, hingga hanya tertulis Total: [TablePenjualan]![hargasatuan]* [TablePenjualan]![bykjual]

F. Menyimpan query

Setelah formula dibuat simpan query tersebut dengan cara:

1. Klik file – Save

2. Ketik nama query

Contoh: QueryPenjualan

3. Klik OK.

G. Menutup query

1. Klik file – Close atau klik icon Close  yang ada pada title bar kotak Select Query

H. Memodifikasi query

1. Pada kotak tab objek Queries, pilih nama query yang akan dimodifikasi

Contoh: Pilih nama query QueryPenjualan

2. Klik icon Design

I. Membuat formula di dalam query

Pada bagian ini, kita akan membuat formula Diskon dan Total Bayar yang masing-masing formulanya sebagai berikut:

Diskon = 15% x Total

Total Bayar = Total – Diskon

Membuat formula Diskon

1. Pilih sebuah kolom pada kotak query

2. Klik kanan pada kotak tersebut, dan pilih Build

3. Pada kotak dialog Expression Builder, buatlah sebuah formula

Caranya:

a. Ketik Diskon: 15/100*

b. Kemudian buka folder QueryPenjualan yang ada dikotak pertama (sebelah kiri) dari 3 kotak yang tersedia di bagian bawah kotak Expression Builder.

c. Buka folder nama QueryPenjualan

d. Pilih dan klik double nama field Total (yang berada di kotak kedua/ tengah bagian bawah Expression Builder)

e. Hapus tulisan <<Exp>> yang terdapat pada formula

f. Sehingga tertulis seperti contoh gambar berikut:

g. Kemudian klik OK.

4. Simpan query yang telah dibuat dengan cara klik icon Save  pada toolbar Standar

Membuat formula Total Bayar

  1. Pilih sebuah kolom pada kotak query
  2. Klik kanan pada kotak tersebut, dan pilih Build
  3. Pada kotak dialog Expression Builder, buatlah sebuah formula

Caranya:

a. Ketik TotalBayar:

b. Kemudian buka folder QueryPenjualan yang ada dikotak pertama (sebelah kiri) dari 3 kotak yang tersedia di bagian bawah kotak Expression Builder.

c. Buka folder nama QueryPenjualan

d. Pilih dan klik double nama field Total (yang berada di kotak kedua/ tengah bagian bawah Expression Builder)

e. Ketik tanda – (minus)

f. Kemudian pilih dan klik double nama field Diskon

g. Hapus tulisan <<Exp>> yang terdapat pada formula

h. Sehingga tertulis seperti contoh gambar berikut:

i. Kemudian klik OK.

  1. Simpan query yang telah dibuat dengan cara klik icon Save  pada toolbar Standar

J. Menampilan hasil query

Untuk menampilkan hasil query caranya adalah sebagai berikut:

1. Pada kotak tab Queries, pilih nama query yang akan ditampilkan

2. Klik icon Open atau klik double pada nama query tersebut

3. Maka akan tampil table yang berisi hasil query yang telah dibuat seperti contoh gambar berikut:

download naskah lengkap disini

Kupas Tuntas Pornografi Di Internet

Tahukah anda beberapa kenyataan ini?

  • Setiap detik, 3075,64 USD dibelanjakan untuk pornografi
  • Setiap detik, 28258 pengguna internet melihat situs pornografi
  • Setiap detik, 372 pengguna internet mengetikkan kata kunci yang berhubungan dengan pornografi di mesin pencari
  • Jumlah halaman situs pornografi di dunia saat ini mencapai 420 juta

Mencengangkan? Ya, dan juga sangat memilukan. Mengambil timing maraknya diskusi tentang rencana pemerintah melakukan filtering situs porno, ditambah gulung tikarnya beberapa komunitas situs porno karena diundangkannya UU ITE (meskipun sebenarnya UU ITE tidak secara eksplisit menyebut tentang pornografi), saya mencoba membahas topik pornografi di blog ini. Tulisan pertama akan membahas tentang analisa data dan statistik tentang pornografi di Internet.

Sebenarnya masalah pornografi Internet sudah sering saya bahas pada saat keluyuran ilmiah di berbagai kampus. Baik pada saat ngisi tema spesifik tentang pornografi atau tema umum tentang bagaimana Internet dimanfaatkan. Pada tulisan ini, saya mencoba meng-kompilasi dan meng-analisa data dari  tiga sudut pandang: Perilaku Pengguna InternetSitus Pornografi dan Industri Pornografi.

PERILAKU PENGGUNA INTERNET

Yang pertama, kita bahas masalah bagaimana sebenarnya perilaku pengguna Internet. Cukup menarik apa yang ditulis oleh Dr. Robert Weiss dari Sexual Recovery Institute di Washington Times tahun 2000. Weiss menyatakan bahwa:

Sex adalah topik no #1 yang dicari di Internet

Studi lain yang dilakukan oleh MSNBC/Standford/Duquesne menyatakan:

60% kunjungan internet adalah menuju ke situs sex (porno)

Data ini disempurnakan oleh publikasi dari The Kaiser Family Foundation yang menyatakan bahwa:

70% kunjungan pengguna Internet belasan tahun adalah menuju ke situs pornografi

BTW, saya jadi teringat penelitian yang dilakukan oleh teman-teman di  Kompetigi (Komunitas Penggiat Teknologi Informasi Kediri) Kediri. Perilaku pengguna Internet di Kediri juga tidak terlalu jauh berbeda dengan beberapa data diatas. Kompetigi menarik kesimpulan dari penelitian yang dibuat bahwa:

78 Persen Pelajar Kediri Datang Ke Warnet Untuk Buka Situs Porno

Berita diatas cukup menghebohkan dunia persilatan maya di Indonesia, meskipun sebenarnya kalau kita ikuti terus perkembangan pornografi di Internet sejak era tahun 1995, ya memang seperti itulah kondisinya :(

Penelitian lain yang dikeluarkan oleh TopTenReviews.Com menyatakan bahwa sebenarnya dominasi pengunjung Internet di Amerika justru orang berumur 35-44 tahun (26%). Lengkapnya lihat dari gambar di bawah.

usadultinternetuser.gif

Berikutnya kita coba bahas masalah pencarian situs pornografi di mesin pencari. Masih belum terlalu mengejutkan, data menunjukkan keyword SEX tetap mendominasi keyword pencarian dengan tingkat pencarian lebih dari 75 juta di tahun 2006. Menyusul dibawahnya pencarian untuk keyword Adult DatingAdult DVD dan Porn. Data lengkap seluruh terminologi pornografi yang sering digunakan pada mesin pencari ada di bawah. Data dilengkapi dengan demografi pencari yang dikategorikan berdasarkan jenis kelamin dan umur.

adultsearch.gif

SITUS PORNOGRAFI

Banyak organisasi yang melakukan research tentang statistik situs pornografi di Internet. Saya biasa menyajikan data yang dikeluarkan American Demographic Magazine yang menghitung jumlah situs porno dan jumlah halaman situs porno:

Jumlah Situs Porno di Dunia:

  • 22.100 pada 1997
  • 280.300 pada 2000
  • 1.3 juta pada tahun 2003

Jumlah Halaman Situs Porno di Dunia:

  • 14 juta pada tahun 1998
  • 260 juta pada tahun 2003

Bisa dianalisa dari data diatas bahwa kenaikan jumlah situs dan halaman situs porno di dunia bisa mencapai 5-10 kali dalam 3 tahun.

Penelitian lain yang menghitung jumlah situs dan halaman situs porno adalahTopTenReviews.Com. Saya lihat angkanya tidak terlalu jauh berbeda dengan American Demographic Magazine. Hanya memang data yang sebagian diambil di tahun 2006 dan 2007 di TopTenReviews.Com relatif lebih lengkap. Paling tidak untuk data jumlah situs dan halaman situs porno adalah seperti berikut:

  • Jumlah Situs Porno: 4.2 juta (12% dari total situs di dunia)
  • Jumlah Halaman Situs Porno: 420 juta

Perlu diingat bahwa produsen situs pornografi di dunia sangat mahir menerapkan berbagai teknik internet marketing, Search Engine Optimization (SEO) dan berbagai taktik untuk menyebarkan produk yang mereka buat. Salah satu yang membuat pornografi susah dicegah adalah akibat jebakan akses tidak sengaja. Produsen pornografi di dunia bisa menggunakan berbagai taktik di bawah untuk mengantarkan pengguna Internet ke situs pornografi:

  • Kesalahan tulis keyword: shareware vs. sharware
  • Keyword biasa: toys, boys, pets, etc
  • Kedekatan nama domain: whitehouse.com, coffeebeansupply.com, teenagershideout.com, clothingcatalog.com, watersports.com
  • Penggunaan nama brand: Disney, Nintendo, Barbie, Levis, etc
  • Email spam: 30% spam adalah pornografi

Fakta menarik lain adalah sebenarnya negara mana yang menjadi penyumbang terbesar konten pornografi di dunia. Jawabannya tentu kita ketahui bersama, Amerika! ;) Amerika menyumbang 89% situs pornografi di dunia. Jerman, Inggris, Australia, Jepang dan Belanda menyusul di belakangnya.

situsporno-bycountry.gif

Beberapa data lain dari TopTenReviews.Com yang berhubungan dengan situs pornografi diantaranya adalah:

  • Pencarian harian situs pornografi: 68 juta (25% dari total pencarian)
  • Jumlah email pornografi perhari: 2.5 miliar (8% dari total email)
  • Prosentase pengguna internet yang melihat pornografi: 42.7%
  • Jumlah download bulanan konten pornografi: 1.5 miliar (35% dari total download)

INDUSTRI PORNOGRAFI

Bagaimana dengan industri pornografi di dunia? Munkin ini pembahasan yang paling menarik dari tulisan ini :) Sedikit kenyataan aneh bahwa meskipun Amerika penyumbang situs porno terbesar di dunia, ternyata hanya menduduki urutan keempat dalam jumlah pendapatan (revenue) dari industri pornografi di dunia. Pemenangnya justru China yang diikuti oleh Korea Selatan dan Jepang. Silakan amati data di bawah:

pendapatanpornografi-bycountry.gif

Total pendapatan pertahun industri pornografi di dunia adalah sekitar 97 miliar USD, ini setara dengan total pendapatan perusahaan besar di Amerika yaitu: Microsoft, Google, Amazon, eBay, Yahoo!, Apple, Netflix and EarthLink. Ini menunjukkan betapa dahsyatnya industri pornografi di dunia. Sedikit berkaitan ini, salah satu tulisan di CNET tahun 1999 menyebutkan bahwa:

Pornografi online adalah produk ecommerce yang secara konsisten menduduki peringkat pertama dalam bisnis di Internet

Oh ya, seperti tadi saya sebutkan bahwa China yang bukan produsen terbesar pornografi di Internet ternyata mendapatkan income terbesar dari bisnis pornografi. Masalah ini terjawab karena ternyata produk yang menguasai industri pornografi bukanlah berbasis Internet, tapi masih di media Video dan DVD. Data lain menyebutkan bahwa China adalah pengekspor sex toys yang terbesar di dunia (mencapai 80% dunia) dan lebih dari 1000 industri di China menghasilkan produk-produk untuk “dewasa”. Data tentang ragam produk pornografi di Amerika saya tampilkan di bawah.

jenisindustripornografi.gif

Dari berbagai data tentang pornografi Internet diatas, yang cukup menggemaskan, ternyata penikmat dan penerima ekses negatif dari industri pornografi di Internet bukan negara-negara produsen, tapi justru negara-negara kecil dan berkembang. Kita bisa lihat dari tren request pencarian dengan tiga kata kunci, yaitu xxx, porn dan sex, semuanya dikuasai oleh negara kecil atau berkembang seperti Pakistan, Afrika Selatan, India, Bolivia, Turki, dan juga Indonesia :(

search-porn.gif search-sex.gif

Saya yakin tulisan ini belum mengupas secara tuntas mengenai masalah pornografi di Internet ;) . Mudah-mudahan dalam waktu dekat saya bisa lanjutkan lagi dengan tulisan tentang bagaimana strategi mencegah pornografi di Internet. Pokoknya ikuti terus seri tulisan ini.

ttd-small.jpg

sumber: http://romisatriawahono.net/2008/04/02/
kupas-tuntas-pornografi-di-internet/

Hotspot Gratis Di Seluruh Nusantara

Jakarta – Pemerintah siap menggenjot penetrasi internet broadband di Indonesia dengan upaya menggelar program hotspot gratis di seluruh nusantara.Menteri Komunikasi dan Informatika, Mohammad Nuh, menjelaskan hal itu sebagai salah satu upaya meningkatkan pendapatan per kapita negara.

“Bulan depan kami akan memulai program hotspot gratis ini dengan menggandeng sejumlah penyedia layanan internet,” ujarnya di sela acara Indonesia Broadband Summit, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (1/4/2008).

Nuh tidak mengungkap secara rinci penyedia layanan internet yang dimaksud. “Telkom salah satunya,” ujarnya singkat.

Menurut dia, dengan tingginya penetrasi internet akan menimbulkan multiplier effect terhadap industri, khususnya di sektor riil. Namun, lanjutnya, efek domino terhadap growth domestic product (GDP) negara akan sangat tergantung pada konten dan aplikasi.

“Jadi, selama konten dan aplikasi belum tumbuh dengan baik, saya kira efeknya kecil,” Nuh berpendapat. “Karena itu harus paralel. Dengan mendorong internet broadband, industri aplikasi harus didorong juga,” ia menambahkan.

Oleh sebab itu, kata Nuh, pemerintah akan mendorong melalui pemberian insentif bagi industri lokal. “Misalnya, dengan mempermudah akses ke permodalan dan membantu dalam bentuk promosi.”

Sementara, Presiden Direktur Nokia Siemens Network, Arjun Trivedi, mengaku sangat setuju dengan pendapat yang dikemukakan menteri.

Dari studi global yang dirangkumnya, didapat rujukan bahwa penetrasi telekomunikasi dan internet broadband dapat membantu pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Arjun menuturkan, 10% pertumbuhan telekomunikasi seluler mobile akan berdampak pada pertumbuhan GDP negara sebesar 0,6%. “Apalagi dengan ditunjang pertumbuhan internet broadband, misalnya 10% juga, akan meningkatkan pertumbuhan GDP tersebut hingga 6,25 kali lagi,” pungkasnya. ( rou / wsh )

sumber: http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/
tahun/2008/bulan/04/tgl/01/time/205613/idnews/916813/idkanal/328