Kalau kita jujur, jadi guru DKV di SMK sekarang bukan lagi sekadar mengajarkan cara menggambar atau mengatur layout. Dunia desain bergerak cepat, kurikulum pun ikut berlari. Apalagi dengan hadirnya Capaian Pembelajaran (CP) terbaru yang dirancang agar lebih fleksibel dan relevan dengan industri kreatif. Nah, di tulisan ini saya ingin mengajak Anda mengupas apa sebenarnya CP dan sekaligus contoh Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), kenapa penting untuk kita pahami, dan bagaimana keduanya bisa menjadi peta jalan agar pembelajaran DKV bukan hanya indah di atas kertas, tapi juga berdampak nyata bagi masa depan murid kita.
Kenapa Harus Paham CP dan ATP?
Bayangkan Anda sedang merancang sebuah bangunan. Tanpa denah, apa yang terjadi? Bisa jadi tembok berdiri, tapi pintu dan jendela entah di mana. Begitu juga dengan pembelajaran. CP dan ATP adalah “denah” yang memastikan setiap langkah kita terarah.
- Capaian Pembelajaran (CP) adalah gambaran kompetensi yang harus dimiliki peserta didik di akhir fase. Ia menjawab pertanyaan: “Apa yang harus dikuasai murid setelah belajar DKV?”
- Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) adalah jalur yang kita tempuh untuk sampai ke sana. Ia menjawab: “Bagaimana langkah-langkahnya agar murid sampai ke capaian itu?”
Tanpa CP dan ATP, kita seperti mengajar dengan mata tertutup. Ada materi, ada tugas, tapi tidak jelas apakah semua itu mengarah ke kompetensi yang diharapkan.
Apa yang Baru di CP dan ATP DKV SMK?
Kurikulum terbaru menekankan fleksibilitas dan relevansi. Artinya:
- Lebih kontekstual: Materi disesuaikan dengan dunia kerja kreatif yang nyata.
- Berorientasi proyek: Murid tidak hanya belajar teori, tapi juga praktik yang bisa masuk portofolio.
- Integrasi teknologi: AI, software desain, dan tren digital menjadi bagian dari pembelajaran.
Berikut ini Capaian Pembelajaran DKV terbaru berdasarkan Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, Dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Nomor 046/H/Kr/2025 Tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
Pada akhir Fase E, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
1. Wawasan dunia kerja bidang desain komunikasi visual dan grafika
Menganalisis peran pekerjaan/profesi bidang DKV dan grafika dalam ekonomi kreatif Indonesia, perkembangan teknologi DKV dan grafika serta Life Cycle produk industri, reuse, recycling, pengenalan unsur desain, prinsip desain, prinsip komunikasi dan design thinking.
2. Kecakapan kerja dasar (basic job skill), K3LH, dan budaya kerja
Menerapkan aspek ketenagakerjaan, Kesehatan Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH), budaya kerja mandiri, pola pikir kreatif dan berpikir kritis, teknik dasar, dan pengoperasian mesin cetak.
3. Tipografi, Sketsa dan Ilustrasi
Menerapkan anatomi, unsur dan komposisi tipografi, sketsa, dan ilustrasi dalam DKV dan grafika.
4. Fotografi
Menerapkan dasar fotografi, peralatan fotografi, prinsip exposure, komposisi fotografi, fotografi dalam ruangan maupun luar ruangan, editing fotografi dan penggunaan fotografi dalam DKV dan grafika.
5. Komputer grafis
Menerapkan pengoperasian komputer grafis serta perangkat lunak berbasis vektor dan bitmap; dan membedakan gambar vektor dan bitmap, serta format RGB dan CMYK.
Sedangkan Pada akhir Fase F, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
1. Perangkat lunak desain
Menerapkan pengoperasian perangkat lunak yang dibutuhkan dalam lingkup desain komunikasi visual sesuai Prosedur Operasional Standar (POS) dan peminatan dalam lingkup desain komunikasi visual.
2. Design brief
Menerapkan perintah melalui panduan tertulis (brief) untuk merancang visual secara tepat. Mulai dari pemahaman terhadap permasalahan, diskusi pencarian ide (brainstorming) pengembangan alternatif, penentuan metode yang digunakan, seperti metode design thinking ataupun metode lainnya yang diberikan oleh pemberi tugas sesuai Prosedur Operasional Standar (POS), serta berkolaborasi dan berkomunikasi dengan tim maupun pihak terkait.
3. Proses produksi desain
Menerapkan dan mengelola proses produksi desain mulai dari praproduksi, produksi, dan pascaproduksi dalam lingkup desain komunikasi visual sesuai Prosedur Operasional Standar (POS), berkolaborasi dan komunikasi dengan tim maupun pihak terkait sesuai peminatan dalam lingkup desain komunikasi visual.
4. Karya desain
Menciptakan karya desain, berkolaborasi, dan komunikasi dengan tim maupun pihak terkait sesuai Prosedur Operasional Standar (POS), berkolaborasi dan komunikasi dengan tim maupun pihak terkait sesuai peminatan dalam lingkup desain komunikasi visual.
Saya telah merangkum Capaian Pembelajaran DKV terbaru dalam bentuk file yang bisa diunduh di sini atau alternatif tautan ini.
Bagaimana Guru Bisa Mengimplementasikan ATP?
Nah, ini bagian yang sering bikin pusing. Tapi tenang, saya punya tips praktis:
- Mulai dari CP
Baca dokumen CP dengan teliti. Tandai kata kunci kompetensi seperti “merancang”, “menggunakan”, “memahami”. - Turunkan ke Tujuan Pembelajaran
Pecah CP menjadi tujuan yang lebih kecil. Misalnya:- Minggu 1: Memahami prinsip desain.
- Minggu 2: Menerapkan prinsip desain pada logo sederhana.
- Minggu 3: Menggunakan software untuk membuat mockup.
- Susun ATP dengan logika progresif
Jangan lompat dari teori ke proyek besar. Mulai dari konsep, latihan kecil, lalu proyek nyata. - Gunakan AI sebagai Asisten
Percaya deh, AI bukan musuh. Ia bisa membantu membuat draft RPP, contoh soal, bahkan ide proyek. Tapi tetap, sentuhan guru adalah ruhnya.
Prinsip Penyusunan ATP
- Mengacu pada Capaian Pembelajaran Fase.
- Berorientasi pada kompetensi hard skills dan soft skills.
- Mengintegrasikan Delapan Profil Lulusan: Keimanan, Kewargaan, Penalaran Kritis, Kreativitas, Kolaborasi, Kemandirian, Kesehatan, Komunikasi.
- Menggunakan pendekatan Project-Based Learning dan Teaching Factory.
Contoh ATP mata pelajaran Dasar-dasar Desain Komunikasi Visual pada Fase E
Berikut contoh ATP mata pelajaran Dasar-dasar Desain Komunikasi Visual pada fase E dan mata pelajaran Desain Komunikasi Visual pada fase F.
Elemen 1: Wawasan Dunia Kerja Bidang DKV dan Grafika
- TP E.1.1: Mengidentifikasi peran profesi DKV dan grafika dalam ekonomi kreatif Indonesia.
- TP E.1.2: Menjelaskan perkembangan teknologi DKV dan siklus hidup produk (life cycle).
- TP E.1.3: Menguraikan prinsip desain, prinsip komunikasi, dan konsep design thinking.
- Profil Lulusan: Penalaran kritis, kewargaan, komunikasi.
Elemen 2: Kecakapan Kerja Dasar, K3LH, dan Budaya Kerja
- TP E.2.1: Menjelaskan konsep K3LH dan budaya kerja di industri kreatif.
- TP E.2.2: Menerapkan prosedur keselamatan kerja saat menggunakan peralatan desain.
- TP E.2.3: Menunjukkan sikap mandiri dan kreatif dalam menyelesaikan tugas.
- Profil Lulusan: Kesehatan, kemandirian, kolaborasi.
Elemen 3: Tipografi, Sketsa, dan Ilustrasi
- TP E.3.1: Mengidentifikasi anatomi huruf dan prinsip tipografi.
- TP E.3.2: Membuat sketsa dasar untuk kebutuhan desain.
- TP E.3.3: Menggabungkan tipografi dan ilustrasi dalam rancangan desain sederhana.
- Profil Lulusan: Kreativitas, komunikasi, penalaran kritis.
Elemen 4: Fotografi
- TP E.4.1: Menjelaskan prinsip dasar fotografi (exposure, komposisi).
- TP E.4.2: Mengoperasikan peralatan fotografi untuk pemotretan indoor dan outdoor.
- TP E.4.3: Mengedit foto menggunakan perangkat lunak grafis.
- Profil Lulusan: Kreativitas, kolaborasi, komunikasi.
Elemen 5: Komputer Grafis
- TP E.5.1: Membedakan gambar vektor dan bitmap serta format RGB dan CMYK.
- TP E.5.2: Mengoperasikan perangkat lunak berbasis vektor (misalnya CorelDRAW) dan bitmap (misalnya Photoshop).
- TP E.5.3: Menghasilkan karya desain sederhana menggunakan software grafis.
- Profil Lulusan: Kreativitas, penalaran kritis, kemandirian.
Untuk versi lengkap dalam bentuk tabel, anda bisa mengunduhnya pada alamat tautan berikut ini:
Contoh ATP mata pelajaran Desain Komunikasi Visual pada Fase F
Sedangkan yang berikut ini adalah contoh ATP mata pelajaran Desain Komunikasi Visual pada fase F.
Elemen 1: Perangkat Lunak Desain
- TP F1.1: Mengidentifikasi jenis perangkat lunak desain sesuai kebutuhan proyek.
- TP F1.2: Mengoperasikan perangkat lunak desain berbasis vektor dan bitmap sesuai POS (Prosedur Operasional Standar).
- TP F1.3: Menghasilkan layout desain sesuai brief menggunakan software profesional.
- Profil Lulusan: Kreativitas, penalaran kritis, kemandirian.
Elemen 2: Design Brief
- TP F2.1: Memahami isi design brief (latar belakang, tujuan, target audiens, media).
- TP F2.2: Melakukan brainstorming ide dan mengembangkan konsep desain.
- TP F2.3: Menyusun rencana kerja berdasarkan brief dan metode design thinking.
- Profil Lulusan: Komunikasi, kolaborasi, penalaran kritis.
Elemen 3: Proses Produksi Desain
- TP F3.1: Menjelaskan tahapan praproduksi, produksi, dan pascaproduksi.
- TP F3.2: Menerapkan proses produksi desain sesuai POS.
- TP F3.3: Berkolaborasi dalam tim untuk menyelesaikan proyek desain.
- Profil Lulusan: Kolaborasi, kemandirian, kesehatan (K3LH).
Elemen 4: Karya Desain
- TP F4.1: Mengembangkan karya desain sesuai konsep dan brief.
- TP F4.2: Melakukan revisi berdasarkan masukan klien atau tim.
- TP F4.3: Mempresentasikan karya desain secara profesional.
- Profil Lulusan: Kreativitas, komunikasi, kewargaan.
Untuk versi lengkap dalam bentuk tabel, anda bisa mengunduhnya pada alamat tautan berikut ini:
Refleksi: Guru Kreatif = Guru Adaptif
Percaya deh, CP dan ATP bukan sekadar dokumen formal. Ia adalah peta yang memudahkan kita mengajar dengan lebih terarah. Dengan memahami CP dan ATP, kita tidak hanya menghemat waktu dalam menyusun perangkat pembelajaran, tapi juga memastikan murid kita siap menghadapi dunia kerja kreatif yang penuh tantangan.
Kita juga dapat memanfaatkan AI dalam pengembangan Capaian Pembelajaran dan Alur Tujuan Pembelajaran Desain Komunikasi Visual SMK terbaru ini, tapi ingat, teknologi hanyalah alat. AI bisa menyiapkan draft, tapi kita lah yang memberi makna. Jadi jangan ragu bereksperimen, sesuaikan dengan konteks kelas Anda, dan buat pembelajaran DKV yang bukan hanya indah di layar, tapi juga hidup di hati murid.
Terima kasih sudah mampir membaca tulisan ini. Semoga bermanfaat untuk Anda, para guru kreatif yang selalu siap beradaptasi. Kalau Anda suka tulisan seperti ini, silakan dibagikan agar lebih banyak yang memahami Capaian Pembelajaran dan Alur Tujuan Pembelajaran Desain Komunikasi Visual SMK Terbaru.
Salam dan Bahagia,
Bambang Herlandi
Guru DKV SMKN 2 Balikpapan

